Senin, 30 Desember 2013

"Tuhan
Rasa ini terlalu indah untuk kutangisi
dalam kepasrahan yang mendalam
saat aku bersimpuh padaMU"

Pagi itu, dia datang ke kantorku. Dia dan temannya mencoba menggodaku dengan candaan khas mereka, namun aku tetap dengan kepolosan dan kediamanku, dan aku meninggalkan mereka bersama Mbak Nika. Aku adalah seorang akuntan suatu lembaga keuangan swasta, yang merangkap  juga sebagai 'mbak-mbak yang narik tabungan', begitu mereka menyebutku. Sepanjang perjalanan, aku melamun dan memikirkan dia yang tadi menemuiku.

Siangnya, akukembali ke kantor, dan betapa terkejutnya aku ketika mbak Nika bercerita ...
 N : "aduh El, tau ga ? tadi tuh si Irfan nanyai nimer hapenya  kamu. dan yang harus kamu tau juga, dia ngebet banget jadiin kamu sebagi istrinya !!! terus kamunya gimana ????"
tanpa ekspresi berarti, badanku lemas, lututku serasa ga kuat menahan badan hingga aku terjatuh dengan pandangan kosong ga tau harus apa.

Beberapa hari berlalu, aku coba untuk melupakan apa yang dibilang Irfan sama mbak Nika. Tapi siang itu, ketika aku ada di tempat kerjanya. Bos Irfan yang juga nasabah Kantorku, memanggilku dan meminta Nomer ponselku. Aku gugup, takut, tapi aku tetap menuliskan nomorku di kwitansi dan dan memberikannya pada si Bos.

Hingga mulai malam di hari itu, aku menjalin komunikasi dengan Irfan, walau hanya sebatas pesan singkat, dan chatting di media sosial. Saat itu, aku kembali ngerasain apa yang aku rasa 4tahun yang lalu "Jatuh Cinta". Setelah sekian tahun aku coba tak peduli dengan rasa itu, kini aku mulai bahagia dengan rasa yang hadir karenanya. Dan pentingnya, aku jatuh cinta tanpa syarat kepadanya. Dari awal aku sembunyi2 untuk memandang matanya, hingga aku yakin bahwa ada seberkas bahagiaku yang dibawanya di masa depan. Yupp, aku yakin, aku bahagia ...

Namun bahagiaku sepihak. Nyatanya aku masih ada dalam lingkungan keluarga yang kuno, kolot. dan itu yang buat aku dan Irfan cekcok setiap kali dia ngajakin keluar. Belum lagi jawaban Ayah juga Ibu, yang sepertinya tidak seutuhnya yakin dengan apa yang aku rasakan. Dan ketika semuanya berjalan tidak sesuai dengan harapan. Semua rasa ini tumpah sederas air mata yang mengalir, jatuh membasahi sajadah.

" Wahai Engkau,
Dzat yang Maha Memberi Cinta
Jatuh cintakan aku pada dia
dia yang membawa aku lebih dekat denganMU
dia yang membawa aku  berjalan diatas ridho orang tuaku
dia yang membawa aku pada titik bahagia di dunia dan akhiratMU
aamiin ........................... "



Tidak ada komentar:

Posting Komentar